Pagaralam -
Seorang petani kopi di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, tewas usai diterkam harimau. Polisi meminta warga keluar dari hutan dan tak berkebun untuk sementara waktu.
"Kami
imbau semua masyarakat yang berkebun untuk turun dari bukit. Semua demi
keselamatan bersama karena lagi rawan, tanpa terkecuali," kata Kapolres
Pagaralam, AKBP Dolly Gumara, Jumat (6/12/2019).
Dolly mengatakan pihaknya mulai berkoordinasi dengan perangkat
desa dan camat setempat. Dia meminta aktivitas di perkebunan dihentikan
dan tidak ada yang pergi ke hutan lindung.
"Lokasi itu kawasan HL (hutan lindung), jadi saya sampaikan kepada camat dan kades agar warga tak ke berkebun dulu," katanya. http://joinpkv.com/
Dolly
menyebut lokasi petani diterkam harimau berada kawasan hutan lindung.
Menurutnya, ini merupakan kejadian kedua ada warga diterkam harimau.
"Ini kejadian kedua. Sebelumnya warga diterkam harimau dan mengalami luka," tutupnya.
Sebelumnya,
petani bernama Yudiansyah tewas usai diterkam harimau ketika pergi ke
kebun kopi, Senin (2/12). Keluarga sempat mengira korban menginap di
kebun dan tidak pulang karena masih ada bekal.
Setelah dua hari atau Rabu (4/12) pukul 18.00 WIB, mertua korban
meninggal di Pulau Pinang, Lahat. Keluarga mencoba menghubungi, namun
tidak tersambung.
Keesokan harinya, Kamis (5/11) pukul 09.00 WIB
keluarga mendatangi kebun kopi. Di lokasi ditemukan Yudiansyah sudah
tewas dan ada seekor harimau tidak jauh dari tubuh korban tergeletak.
Keluarga
yang melihat langsung putar haluan untuk meminta bantuan warga Desa
Tebet Benawa. Korban akhirnya dapat dievakuasi sore harinya dan kini
sudah dibawa ke rumah duka.
Jika anda tertarik, silahkan kunjungi situs resmi kami di http://joinpkv.com/
Petani Tewas Diterkam Harimau, Polisi Imbau Warga Pagaralam Tak ke Hutan
DAPATNEWS
0
تعليقات
Tags
Berita Nasional

إرسال تعليق