Pemalang -
Ratusan warga di Desa Karangsari, Kecamatan
Pulosari, Kabupaten Pemalang, mengalami keracunan sejak Kamis (5/12)
pagi. Sumber makanan penyebab dari keracunan sendiri belum diketahui
secara pasti, namun sehari sebelumnya para warga menghadiri acara
hajatan di tetangga.
"Belum ada kejelasannya sumber (keracunan)
dari mana. Kalau dibilang dari acara hajatan, kok reaksinya terjadi
sehari setelah itu," kata Kepala Desa Karangsari, Dasuki, kepada detikcom, Jumat (6/12/2019).
Gejala
keracunan mulai dirasakan warga pada Kamis (5/12) sekitar pukul 07.00
WIB. Dimulai dari delapan warga bersamaan periksa kesehatan ke petugas
bidan desa. Warga ini mengalami gejala yang sama, yakni pusing, mual,
muntah, dan diare. Tidak selang lama, warga lainnya juga mengeluhkan hal
yang sama.
Pihak desa langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melalui
Puskesmas Pulosari menyusul peristiwa tersebut. Jarak antara lokasi
permukiman warga dengan puskesmas yang terbilang jauh membuat layanan
kesehatan terpaksa jemput bola, dengan membuka posko medis di Balai Desa
Karangsari.
Satu per satu warga dievakuasi perangkat desa dengan
mobil operasional Pemdes ke posko medis. Ada juga yang langsung dirujuk
ke rumah sakit terdekat dan puskesmas rawat inap.
Hingga Kamis (5/12) malam tercatat ada 112 warga rawat jalan dan 14
warga rawat inap. Namun korban keracunan terus bertambah hingga dalam
catatan pada Jumat (6/12) malam tercatat sebanyak 159 warga rawat jalan
dan 36 rawat inap.
Dengan adanya keracunan massal ini, Pemkab Pemalang telah menetapkan
status Kejadian Luar Biasa (KLB). Dinas Kesehatan Pemalang telah
mengirimkan sampel makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan ke
Balai Laboratorium Kesehatan Semarang.
Demikian juga Polres
Pemalang ikut turun tangan. Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP Suhadi
menyebut pihaknya melakukan penyelidikan.
"Kami masih dalam
tahap penyelidikan. Kami kirim sisa makanan dan kami lakukan pemeriksaan
saksi-saksi termasuk pemilik hajatnya, korban, dan juru masaknya," kata
Suhadi.
Sementara itu, dengan status KLB ini, Pemkab Pemalang menanggung seluruh
biaya pengobatan warga, baik itu yang rawat inap maupun rawat jalan.
"Semua
korban sudah tertangani. Termasuk juga pembiayaan rawat inap korban,"
jelas Kepala Dinas Kesehatan Pemalang Solahudin melalui pesan singkat,
Jumat (6/12/2019).
Jika anda tertarik, silahkan kunjungi situs resmi kami di http://joinpkv.com/
Tags
BERITA JAWA TENGAH

إرسال تعليق