Chevrolet tampak menyerah bersaing dengan merek-merek Jepang, Korea, hingga China saat berjualan di Indonesia. Namun, General Motors yang menaungi merek Chevrolet masih bertanggung jawab untuk melayani layanan purnajual bagi para pemilik mobil Amerika tersebut.
"Strategi marketing di Indonesia itu masing-masing perusahaan punya sendiri-sendiri. Saya tidak ikut campur di situ, cuma yang saya bisa bilang itu mereka harus melihat karakteristik orang Indonesia sendiri seperti apa," tutur Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi saat dihubungi detikcom, Selasa (29/10/2019).
Tak seperti mobil Jepang yang sudah puluhan tahun bertahan di Indonesia, mobil Amerika cenderung tidak kuat menghadapi panasnya persaingan otomotif Tanah Air.
Kini, hanya tersisa satu merek mobil Amerika di Indonesia yakni Jeep. Merek Jeep ditangani oleh Hascar Group. Pihak Hascar sendiri telah menyiapkan strategi tersendiri agar bisa eksis di industri otomotif Indonesia.
"Saya perhatikan, pertama kita harus tahu selera orang Indonesia. Selera desain ya. Tidak bisa sembarangan, harga bisa ikuti kemudian, meski nanti ada positioning price kan, tapi selera dan desain itu penting," ujar Chief Executive Officer, Hascar Group Ari Utama beberapa waktu lalu.
"Mereka (pabrikan Jepang) melakukan riset itu dalam sekali (untuk pasar Indonesia), apalagi mereka punya pabrik di sini. Kita yang tidak punya pabrik harus lebih selektif dalam memilih produk, tidak bisa kita produknya Amerika banget, Eropa banget, tidak diterima sama sini," sambungnya.
Jika anda tertarik, silahkan kunjungi situs resmi kami di http://dapatkiu.me.
Posting Komentar