BERITA


pemotor

Jakarta - Melalui spanduk, warga menolak pedagang kaki lima (PKL) menggunakan trotoar di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta menyoroti minimnya sosialisasi yang dilakukan eksekutif.

"Kalau ada penolakan warga berarti kurang sosialisasi. Seharusnya disosialisasikan dulu aturan berdagangnya. Waktunya diatur dan titiknya diatur," kata anggota F-Gerindra DPRD DKI, Syarif, kepada wartawan, Senin (6/1/2020) malam.

Syarif setuju ada pembinaan kepada PKL yang berdagang di titik Nasi Kapau di Jalan Kramat. Meski demikian, dia meminta sosialisasi terus dilakukan. http://joinpkv.club/

"Yang saya tahu titik eksisting pedagang nasi kapau dan lain-lain perlu pembinaan. Supaya tidak makan banyak trotoar diatur sedemikian rupa," tutur Syarif.

"(Sosialisasi) harus dicoba kembali (meski ada penolakan warga)," imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Wali Kota Jakpus Irwandi menyebut Anies Baswedan sudah setuju dengan desain dan lokasi penataan PKL di Jalan Trotoar. Pekerjaan ini akan melibatkan sponsor untuk membangun kawasan kuliner.

"Itu sudah ajukan ke Pak Gubernur, sudah setuju, sudah oke. Bangunan gambar, juga sudah dikirim, sudah approve," kata Irwandi. (gbr/sam)

Jika anda tertarik, silahkan kunjungi situs resmi kami di http://joinpkv.com/     

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama