Jakarta - Di pasaran ada beberapa tipe aki atau accumulator yang biasa disingkat accu. Ada aki basah serta aki kering. detikers pilih yang mana?
Mengutip
situs resmi Daihatsu, aki merupakan penyuplai daya listrik pada
kendaraan, termasuk pada mobil. Jika tidak ada aki, mobil detikers tidak
akan bisa dinyalakan saat dalam keadaan mati. Sebagai salah satu jenis
baterai, aki mempunyai jangka waktu pemakaian tertentu, loh, detikers.
Awet atau tidaknya aki mobil yang kamu miliki tergantung pada pemakaian
dan perawatannya.
Fungsi Aki
Aki pada kendaraan mobil ternyata
memiliki fungsi yang cukup banyak, loh, detikers. Pertama, aki berfungsi
untuk menyalakan sistem starter. Saat sistem starter berhasil
dinyalakan, mesin mobil juga akan menyala. Kedua, aki berfungsi untuk
mengalirkan arus induksi pada alternator mobil. Ketiga, aki berfungsi
untuk meyuplai arus listrik ke dashboard sebagai sistem informasi yang
berkaitan dengan kendaraan saat pertama kali pengemudi memasuki kabin.
Keempat, aki berfungsi untuk membuka dan mengunci pintu mobil yang
diaktifkan lewat kunci kontak. Kelimat, aki berfungsi memberikan
tegangan referensi ke ECU saat mesin mobil belum menyala. Nah, aki pada
mobil terdiri dari dua jenis, yaitu aki kering dan aki basah. detikers,
tahu nggak perbedaan antara keduanya? Simak baik-baik, yuk, detikers.
Aki Basah mengandung cairan elektrolit. Saat terjadi panas yang
disebabkan oleh penggunaan aki atau suhu lingkungan, air pada aki basah
akan lebih cepat menguap. Oleh karena itu, aki basah memerlukan
perawatan ekstra. Bagi detikers yang menggunakan aki basah, kamu harus
rutin mengontrol ketinggian air aki tersebut. Jika telat sedikit, sel
aki basah bisa menguap dan akan berkurang dari batas yang seharusnya.
Umumnya
perawatan rutin pada aki basah dilakukan setiap dua bulan sekali.
Namun, untuk kendaraan operasional seperti taksi, ada baiknya perawatan
aki dilakukan setiap satu bulan sekali. Aki basah didesain lebih
transparan. Hal itu untuk memudahkan pengguna melihat kondisi sel dan
ketinggian air aki. Selain itu, pada aki basah juga terdapat penanda
garis batas ketinggian air yang memudahkan kamu mengetahui waktu untuk
mengisi air pada aki. Soal harga, aki basah biasanya lebih murah
daripada aki kering, loh, detikers.
Gimana, nih, detikers?
Tertarik untuk membeli aki basah yang lebih murah daripada aki kering?
Eits, tunggu dulu, simak penjelasan tentang aki kering yang nggak kalah
menarik buat dipilih.
Berbeda dengan aki basah, aki kering justru menggunakan gel sebagai
pengganti cairan untuk merendam sel-sel aki. Gel tersebut tetap
mengandung cairan elektrolit atau air aki. Gel pada aki kering tidak
mudah menguap seperti cairan elektrolit pada aki basah. Selain itu, gel
juga dapat bertahan lama. Dengan begitu, bagi detikers yang menggunakan
aki kering, kamu tidak perlu rutin mengontrol kondisi aki. Aki kering
didesain tidak transparan dan lebih sederhana. Aki kering ini dijuluki
maintenance free battery karena minim perawatan. Namun, umumnya harga
aki kering lebih mahal jika dibandingkan dengan aki basah.
Pilih Mana Nih detikers?
Buat
detikers yang sedang bingung memilih aki, kami sarankan kamu
menyesuaikan dengan dana yang kamu miliki. Jika kamu memiliki dana yang
lebih, sebaiknya kamu menggunakan aki kering. Meskipun mahal, namun kamu
tidak perlu repot dengan kewajiban mengontrol air aki setiap saat.
Sifatnya yang minim perawatan juga cocok bagi kamu yang super sibuk
sehingga dapat menghemat waktu dalam melakukan perawatan. Namun,
meskipun minim perawatan, aki kering tetap harus diganti dengan yang
baru ketika sudah mencapai usia pakai 2 tahun.
Jika kamu adalah
tipe orang yang gemar merawat kendaraan, tidak ada salahnya kamu
menggunakan aki basah. Selain harganya yang lebih murah daripada aki
kering, aki basah akan membuat kamu lebih perhatian dan lebih peka sama
mobil, detikers.
Jika anda tertarik, silahkan kunjungi situs resmi kami di http://joinpkv.com/

إرسال تعليق