Jakarta - Mengatasi stres atau kepenatan dalam
melakukan rutinitas sehari-hari bisa dengan cara liburan, kuliner atau
berkumpul dengan teman lama. Namun cara yang dilakukan oleh mahasiswa di
Universitas Radboud, di kota Nijmegen, Belanda ini berbeda. Mereka
melakukan aksi ekstrem dengan masuk ke dalam liang lahat atau kuburan
agar bisa relaks sejenak dari stres menghadapi ujian di kampus.
Universitas
Radboud menawarkan metode meditasi bersantai di kuburan itu untuk para
mahasiswanya. Dengan berbaring di kuburan, diharapkan mahasiswa bisa
merenungkan tentang kehidupan. Kampus ini pernah menjalankan terapi
serupa pada 2009 dan 2011.
Dan kini terapi stres yang sama kembali ditawarkan. Lubang besar
seukuran manusia di sebuah taman disiapkan untuk siapa pun yang ingin
menikmati sensasi beristirahat di kuburan. Mereka yang ingin melakukan
terapi ini, dilarang membawa buku ataupun ponsel. Sedangkan mereka yang
terlalu takut melakukannya, bisa memilih beristirahat saja di
bangku-bangku taman terdekat.
oto mahasiswa yang sudah mencoba terapi tiduran di dalam lubang kuburan
ini pun langsung menjadi viral di media sosial. Dari foto yang viral
terlihat disiapkan tangga untuk masuk ke dalam lubang kuburan tersebut.
Ada alas putih bertuliskan 'Stay Weird' untuk tempat berbaring.
Pengalaman
meditasi unik ini diiklankan di seluruh kampus. Frasa Latin 'Memento
Mori', yang artinya 'Ingat Anda akan mati' tampak tertulis di iklan
tersebut.
Seperti dikutip dari Metro, mahasiswa di Universitas
Radboud mengatakan terapi aneh ini kini begitu populer, hingga mereka
yang ingin mencoba harus antre dan masuk daftar tunggu. sudah mencoba
untuk "Saya dan teman sekamar berencana untuk pergi seminggu yang lalu,
1,5 minggu yang lalu, dan kami menemukan bahwa ada daftar tunggu untuk
benar-benar masuk ke kuburan, jadi itu cukup populer, jadi kami belum
mendapatkan kesempatan," ujar salah satu mahasiwa bernama Sean
McLaughlin yang tertarik mencoba terapi tidur di dalam kuburan.
Ide
terapi tidur di dalam kuburan untuk atasi stres ini bermula dari aksi
pendeta bernama John hacking. Pihak Universitas Radboud merekam aksi
sang pendeta tidur di dalam lubang kuburan.
"Akhir kehidupan adalah kematian. Dan itu adalah hal yang tabu dan sulit
bagi mahasiswa. Kematian sangat sulit untuk dibicarakan, terutama
ketika Anda berusia 18, 19, 20 tahun," demikian kata John dalam rekaman
videonya.
Dalam rekaman video itu John mengatakan lagi, dia
berharap dari kegiatan tidur di dalam lubang kuburan ini, manusia
menyadari bahwa hidup memiliki akhir sehingga setiap orang terinspirasi
untuk menemukan makna dari kehidupan itu sendiri dan membuat sesuatu
dari waktu hidup yang mereka miliki dengan sebaik-baiknya.
Jika anda tertarik, silahkan kunjungi situs resmi kami di http://dapatkiu.me.
Viral Sampai Antre, Mahasiswa Tidur di Kuburan untuk Terapi Stres
DAPATNEWS
0
Komentar
Tags
Berita Internasional

Posting Komentar