Jakarta -
Sukmawati Soekarnoputri mengakui
pengetahuan dirinya tentang agama Islam relatif terbatas sebab dia
bukan seorang ustazah dan belum berhaji. Tapi sebagai muslimah dia
mengaku sangat menghormati dan mencintai Rasulullah Muhammad SAW. Dia
juga memahami dan menyadari bahwa Nabi Muhammad sebagai manusia paling
sempurna.
"Jadi mana mungkin saya menghina, menista Nabi dan
Islam. Saya cinta Rasul gitu lo," kata anak keempat Presiden pertama RI,
Ir Sukarno itu kepada Tim Blak-blakan detik.com.
Beberapa pihak telah melaporkan Sukmawati
ke polisi karena dianggap telah menista Nabi dan Islam. Tudingan itu
berawal dari video yang beredar di media sosial sejak beberapa hari
lalu. Di situ Sukmawati terekam berbicara seolah membandingkan antara Nabi Muhammad dan Sukarno.
"Sekarang saya mau tanya, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia
Muhammad atau Insinyur Soekarno? Untuk kemerdekaan Indonesia?"
Rekaman video itu berasal dari diskusi bertajuk "Bangkitkan Nasionalisme
Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme" Senin
(11/11/2019). Forum diskus dalam rangka Hari Pahlawan itu digelar Divisi
Mabes Polri dengan pembicara antara lain dari BNPT, NU, dan sebuah
perguruan tinggi.
Dalam forum itu Sukmawati berbicara sekitar 17
menit. Dari video dengan durasi lebih panjang terungkap, sebelum
menyinggung soal Nabi Muhammad dan Sukarno, dia menyitir sebuah
informasi bahwa dalam perekrutan para calon teroris biasa ditanyakan
soal mana yang lebih baik antara Pancasila dan al-Qur'an.
"Silakan
dilihat video aslinya bahwa saya hanya mempertanyakan di awal abad 20
siapa yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Yang Mulia Nabi
Muhammad atau Ir Sukarno? Apakah itu membandingkan, apakah itu
pernyataan? Itu pertanyaan saya kepada audiensnya mahasiswa," papar
Sukmawati.
Jadi konteks kalimat yang disampaikan, ia melanjutkan, bukan untuk
membandingkan antara Nabi Muhammad dengan Sukarno, tapi bertanya dengan
tujuan untuk menguji pengetahuan sejarah nasional dari para mahasiswa.
"Karena kami juga tahu ya dari mana-mana sudah terlihat gejala. Saya
juga boleh dong tersinggung, ada kelompok islam yang tidak mengakui
perjuangan mati-matian dari kaum nasionalis," ujarnya.
Sukmawati menduga ada pihak-pihak yang sengaja mengedit dan memotong
materi ceramahnya. Tujuannya untuk menyudutkan dirinya secara hukum
dengan tudingan telah melalukan penistaan terhadap Nabi dan Islam.
Karena
itu dia berkukuh tak akan meminta maaf seperti disarankan banyak tokoh.
Dia berharap polisi dapat mengungkap siapa pihak yang telah sengaja
mengedit video ceramahnya itu.
"Kali ini saya merasa tidak
bersalah. Jadi saya tidak akan minta maaf. Saya hanya minta maaf kepada
penyelenggara dan Kadiv Humas Polri," ujar Sukmawati.
Selengkapnya saksikan Blak-blakan Sukmawati Soekarnoputi, "Saya Dijailin Seolah Menista Nabi", Jumat (22/11).
Jika anda tertarik, silahkan kunjungi situs resmi kami di http://dapatkiu.me.
Tags
Berita Nasional

إرسال تعليق