Apa Alternatif Pengganti UN?
Anggota Komisi X
Andreas Hugo Pareira mengatakan Kemendikbud harus bisa menjelaskan
alternatif terkait evaluasi kepada siswa selain UN. Ada UN ataupun
tidak, siswa perlu melewati evaluasi. http://dapatkiu.me/
"Bukan soal setuju, tidak
setuju, dan bukan juga penghapusan UN, tetapi mengganti UN dengan konsep
alternatif apa? Karena bagaimanapun seorang siswa yang menjalankan
proses belajar perlu melalui fase evaluasi, dan bentuk evaluasinya
seperti apa. Hal ini yang perlu dijelaskan oleh pemerintah," kata
Andreas kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).
Masih dari komisi yang membidangi pendidikan, Wakil Ketua Komisi X
Hetifah Sjaifudian mengatakan ada alternatif lain dalam melakukan
pemetaan kualitas pendidikan. Salah satunya yaitu melalui asesmen kepada
siswa secara berkala.
"Saya mengusulkan, jika benar UN akan
dihapuskan, perlu diadakan asesmen kompetensi siswa Indonesia secara
berkala secara nasional. Hal ini bisa diadakan setahun sekali, atau
sesuai yang dianggap perlu," kata Hetifah dalam keterangan tertulis,
Kamis (28/11/2019).
Hetifah menjelaskan, diubahnya UN menjadi asesmen secara berkala akan
menghindarkan siswa dari berbagai bentuk kecurangan. Dia berharap
sekolah dan daerah bisa berlaku jujur dalam asesmen tersebut.
"Oleh
karena itu, dengan dihapuskannya UN dan digantikan dengan asesmen
berkala, diharapkan mindset seperti ini tidak akan ada lagi. Sekolah dan
daerah diharapkan akan berusaha sejujur-jujurnya dalam pelaksanaan
asesmen ini, karena justru sekolah dan daerah yang performa siswanya
dianggap lebih buruk, akan mendapat bantuan program lebih banyak,"
terangnya.
Jika anda tertarik, silahkan kunjungi situs resmi kami di http://dapatkiu.me.
Tags
Menteri Pendidikan


إرسال تعليق